Terlalu mengharapkan bisa membuat kita sakit hati.

Selasa, 14 Mei 2013
Telah lama sudah aku memendam perasaan ini kepada seseorang yang aku cintai, seseorang yang takkan pernah sadar bahwa ada seseorang yang sangat mencintainya. Seseorang yang tidak mau peka terhadap keadaan. Dan seseorang yang tidak ingin mengerti perasaan orang mencintainya. Namun mau bagaimana lagi? Aku sudah terlanjur mencintainya dan menyayanginya, sulit bagiku untuk mengungkapkan semuanya, karena semua itu yang tidak mungkin ku lakukan. Tetapi jika tidak ku lakukan, semua ini hanya membuatku semakin hari semakin tersiksa.

Hari demi hari telah ku lewati dengan perasaan ini, klimaksnya adalah suatu waktu aku dan sahabat-sahabat ku sedang pergi ke suatu tempat wisata yang ada di kota ku. Tempat wisata favourite yang sering banget dijadikan tempat nongkrong anak-anak remaja pada umumnya. Pada saat aku dan sahabat-sahabat ku sedang berjalan melihat-lihat, tiba-tiba mataku tertuju pada sebuah tempat yang indah. Namun ketika itu tidak sengaja aku melihat ada sepasang kekasih yang sedang bermesraan duduk di tempat yang indah itu. Dan ketika aku melihat sosok wanita yang ada di sana adalah ternyata orang yang selama ini mulai mengisi kekosongan hatiku. Tapi aku masih tidak percaya begitu saja. Perlahan aku coba dekati untuk memastikan bahwa dia bukanlah orang yang selama ini dekat denganku. Dan ternyata!!! *deg* Ternyata benar dia orangnya. Aku shock, kecewa, sedih dan secara spontan aku tiba-tiba mengalihkan Sahabatku untuk tidak nongkron di tempat yang indah itu. Karena kalau nongkrong di tempat yang indah itu hanya akan membuatku sakit hati. Saat itu aku dan sahabat-sahabatku memang sedang mencari tempat yang indah untuk bersantai dan cerita-cerita.

“Eh, kamu kenapa? Kok tiba-tiba aneh gitu, minta pindah tempat?”
“Gpp kok, Cuma lagi males aja nongkrong di tempat ini, cari tempat nongkrong yang lain aja   yuk....” Ajak ku
“Memang kenapa di sini?”
“Tidak ada, Cuma lagi gak mood aja nongkrong di tempat ini” kataku
“Owh yasudah... Ayuk kita cari tempat nongkrong yang paling enak”


Untungnya Sahabat-sahabatku sangat perhatian, dia menuruti kemauanku. Di sepanjang perjalanan mencari tempat nongkrong yang lain, aku selalu memikirkan sosok wanita yang tadi aku temui bersama kekasihnya di tempat yang indah tadi. Hatiku resah sekali saat itu, bingung mau bagaimana lagi, mau berbuat apa, sama sekali kacau pikiranku pada saat itu. Untunglah terlintas ide untuk menanyakan gebetan ku ini. Langsung saja aku sms dia untuk memastikan bahwa apa yang aku lihat tadi adalah benar atau tidak.

“Kamu lagi ngapain?” kataku
“Aku lagi main nih di rumah temen gue, kenapa?”
“Owh lagi di rumah temen yah, gpp kok.. Kamu udah makan?” kataku
“Belum nih, hehehe... Nanti aja”
“Yaudah, jangan lupa makan ya nanti”


Hatiku sedikit tenang karena telah dapat kabar darinya, tapi di sisi lain aku malah tambah bingung. Karena apa yang dia omongin tidak sesuai dengan apa yang barusan aku lihat dengan mata kepala ku sendiri. Serius bingung banget pada saat itu.

*sampai lah di suatu tempat nongkrong yang menurut sahabatku paling enak*

“Heh, bengong saja dari tadi, kamu kenapa?” Tanya temanku
 “Eh iya.. Aku bingung nih” katakku
“Bingung kenapa?”
“Gapapa, cuma ga mood aja buat ngomong..” katakku


Aku meminta izin ke toilet sama teman-temanku. Saat itu aku ingin benar-benar memastikan bahwa Wanita yang tadi ku temui itu bukanlah dia ( gebetanku ). Langsung saja aku menuju tempat yang tadi, untungnya tempat yang tidak terlalu jauh dengan tempat nongkrong ku sekarang. Setelah sampai di tempat tujuan, aku masih melihat dia dengan seseorang sedang bercanda dengan mesra. Sungguh!! saat itu hati makin kesel, sedih, rasanya mau melempar dia pakai tempat sampah. Terlintas pikiranku untuk menelpon dia. Bergegas langsung aku telepon, aku terus memperhatikan gerak-gerik dia. Dan setelah menunggu lama akhirnya telepon ku diangkat olehnya. Ketika aku melihat ke pria yang sedang berada di kejauhan sana, dan ternyata wanita itu sedang mengangkat telpon juga, entah itu dari siapa. Mungkin hanya kebetulan barengan *Pikirku*

“Heyy, kamu masih di rumah temen kamu ga?” katakku
“Masih kok ini, lagi main Komputer nih.. Kenapa sih?”
“Oh, gpp Cuma mau mastiin aja, kiran kamu lagi di suatu tempat, hahaha” katakku
“Ya nggak lah, aku lagi di asik main di rumah temen aku, hehe”

“Ohh yasudah, jangan lupa makan ya..”
“Iya....”


Ketika aku menutup telpon itu, ternyata wanita yang berada di kejauhan sana juga barengan menutup telepon. Masa iya ngangkat telepon barengan dan menutup telepon juga barengan? Apakah ini sebuah kebetulan saja? Ah masa iya sih dia orangnya seperti itu? Saat itu benar-benar kacau banget perasaanku. Aku memutuskan untuk kembali ke tempat nongkrong ku.

“Habis dari mana aja sih lo? Lama amat?” tanya temanku
“Dari toilet, hehe.. Tadi banyal yang antri mau ke toilet...” katakku
“Oalah yaudah sinih duduk, cerita bareng...”


  Senangnya bisa melihat sahabat-sahabatku cerita dengan semangat ga keliatan beban dari raut muka mereka, aku tidak ingin menghancurkan mood sahabat-sahabatku hanya gara-gara masalah pribadiku. Dan aku memutuskan untuk memendamnya terlebih dahulu demi menjaga mood sahabat-sahabat ku.

Setelah nongkrong selesai kita pun berkeliling untuk membeli keperluan dan habis itu bergegas pulang.

*Di Mobil perjalanan Pulang*

“Eh kamu kok tadi diam saja, kelakuanmu juga aneh..” 

“Eh, emang ada aneh ya? Nggak juga ah biasa aja,, hehehe.. perasaan kalian aja kali”
“Gak usah ditutupin kali, udah keliatan juga dari raut mukamu, beda banget... apalgi pas habis nongkrong di tempat yang pertama, kamu jadi lebih kalem dan sedikit pucat”
“Ehehehe.. Ketawa juga ya, ternyata susah juga menutupi kebohongan dari sahabat dekat yang sudah lama kenal, iya tadinya aku bersemangat sekali ke sini, tapi ketika kita menuju tempat yang pertama kali, aku langsung bimbang dan super bingung. Di tempat makan itu aku melihat gebetanku yang sudah lama kita menjalin suatu hubungan tanpa status, aku sudah mulai menyukainya. Namun ketika tadi aku melihat dia dengan seseorang tadi, aku sedikit kecewa.... Dan aku coba untuk menenangnkan diri dan berpikiran positif kalau dia yang aku lihat tadi adalah bukan gebetanku. Namun pas tadi aku telepon dia, gak taunya dia mengangkat teleponku dan berbohong, dia mengaku lagi asik main di rumah temannya. Gak taunya malah ber 2 an sama orang lain di tempat tadi, lalu aku harus bagaimana? Mau marah tapi dia bukan pacarku. Aku bingung jadinya kalau seperti ini

“Oh jadi gitu, memang susah sih ya menerima kenyataan kalau tiba-tiba gebetan jalan sama orang lain.. Ya walaupun masih sebagai gebetan, tetap saja susah untuk menerimanya, apalagi kalau sudah lama pendekatannya dengan dia. Intinya kamu jangan langsung marah sama dia, kamu tanyakan baik-baik dulu sama dia. Kamu minta penjelasan kenapa dia melakukan hal itu. Mungkin dia mempunyai alasan tersendiri mengapa dia melakukan hal itu. Kamu harus minta kejujuran dari dia. Dan ingat, jangan terlalu berharap.. siapa tau kamu Cuma menjadi pelampiasan dia
 

“Iya, nanti aku mau langsung minta penjelasan dari dia, aku sudah capek kalau harus begini terus. Sudah menunggu sekian lama untuk bisa menjadi kekasihnya, namun yang aku dapatkan malah seperti ini, sakit rasanya ini hati. Mau benci tapi udah terlanjur sayang, mau marah tapi dia bukan siapa-siapa aku. Sudahlah, semoga saja dia memberikan penjelasan atas apa yang sudah dia perbuat. Terimakasih ya... kalian memang teman terbaikku, maaf banget kalau aku sembunyiin ini semua dari kalian :) “

“Iya sama-sama.. lain kali hati-hati ya.. jangan mudah percaya begitu saja sama seseorang dan lebih baik kalau punya masalah ceritakan saja :) aku akan coba memberikan solusi dari masalah-masalahmu”


Akhirnya apa yang telah aku tutupi selama ini ketahuan juga sama sahabat-sahabat ku, tadinya aku tidak ingin bercerita dan mau memendam ini sendiri, namun apa salahnya aku mencoba memberitahu masalah ku ini ke sahabat-sahabat terbaikku, untungnya mereka merespon positif dan memberikan motivasi untuk menguatkan ku dalam menghadapi masalah ini. Aku akan segera menanyakan itu ke gebetanku. Aku berharap dia bisa menjawab dengan jujur dan yang terpenting jawaban itu bisa membuatku tenang.

Terkadang setiap masalah tidak bisa diselesaikan dengan sendiri, ada kalanya masalah tersebut diceritakan kepada orang-orang terpercaya untuk mendapatkan solusi yang terbaik dari masala tersebut. Dan dari menceritakan masalah itu, kita akan mendapatkan banyak solusi-solusi yang bisa digunakan untuk menuelesaikan sebuah masalah tersebut.

Intinya jangan terlalu mengharapkan. Karena bisa membuatmu sakit hati..

0 komentar:

Posting Komentar