Seorang Pemuda miskin mencintai seorang gadis kaya.
Suatu hari Pemuda itu menyatakan cintanya kepada si gadis.
Pemuda miskin berkata, " Neng kamu mau ga jadi pacar abang, neng mau kan pacaran sama abang walaupun miskin "
Namun Gadis itu berkata, "Dengar yah, gaji bulanan Anda sama dengan pengeluaran harianku..!Haruskah
aku pacaran dengan Anda? Aku tidak akan pernah mencintai Anda. Jadi,
lupakan diriku dan pacaran dengan orang lain yang setingkat dengan Anda"
Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja.
3 tahun kemudian, mereka bertemu disebuah pusat perbelanjaan.
Gadis itu berkata, "Hei Kamu!! Apa kabar? Sekarang aku sudah menikah. Apakah
kamu tahu berapa gaji suamiku? Rp.20 juta perbulan! Dapatkah kamu
bayangkan? Dia juga sangat cerdas"
Mata Pemuda itu berlinang air mata mendengar kata-kata wanita itu,Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu.
Suaminya berkata: "Pak...?! Saya terkejut melihat Anda disini. Kenalkan istri saya."
Lalu
dia berkata kepada istrinya, "Kenalkan Bossku, Boss masih lajang loh.
Dia mencintai seorang gadis tapi gadis itu menolaknya. Itu sebabnya dia
masih belum menikah. Sial sekali gadis itu.. Bukankah sekarang tidak ada
lagi orang yang mencintai seperti itu?"
Wanita itu merasa terkejut dan malu sehingga tidak berani melihat kedalam mata si Pemuda.
Pesan Moral:
Kadang
orang yang kita sakiti dan kita hina jauh akan lebih sukses dari pada
yang kita bayangkan. Setelah semua terjadi timbullah sebuah penyesalan
dari dirinya.
Kadang orang yang dihina akan memakai hinaannya
untuk mengapai sebuah kesuksesan. Ini hanya sebagian cerita kehidupan
nyata. Bukan harta yang akan membuat kita bahagia tetapi bersyukurlah
yang membuat kita bahagia.
Jadi intinya, jangan menghina orang lain, karena orang yang kita hina bisa balik ke diri kita sendiri




0 komentar:
Posting Komentar